Skip to content

Andai aku ketua KPK!

Oktober 25, 2012

Menjadi ketua KPK bagi saya jelas lebih prestius jika dibandingkan dengan jabatan tinggi apapun di negeri ini sekalipun itu adalah jabatan seorang presiden republik indonesia. Kita tidak sedang membicarakan gaji pejabat yang tinggi atau pangkat brigadir jenderal atau apapun namanya, tapi saya berpikir bahwa menjadi ketua kpk adalah sebuah panggilan jiwa sama artinya menjadi ketua pembela rakyat sekalipun hanya mengurusi tikus tikus koruptor dan tidak mengurusi aspek lainnya.
Mari kita bandingkan dengan lembaga otoritas pemangku kebijakan atau hukum lainnya yang ada di Indonesia saat ini selain KPK, ada golongan wakil rakyat yang dengan jelas-jelas tindakan dan kebijakannya tidak merepresentasikan rakyat itu sendiri atau lembaga penegak hukum resmi milik negara yang justru kehilangan wibawa di mata masyarakat oleh perilakunya sendiri. Jadi siap melayani?melayani siapa?. Kepercayaan masyarakat yang seolah dengan sengaja dikikis oleh mereka sendiri.
Berbicara tentang KPK menurut saya secara penindakan sejauh ini, KPK mungkin satu satunya lembaga yang mempunyai kredibilitas sebagai pemberantasan korupsi. Belum sempurna memang dan masih memerlukan upaya upaya penguatan baik secara kelembagaan maupun secara penegakan. Tapi sejalan dengan waktu saya yakin upaya-upaya ini pada akhirnya akan mampu berjalan dengan baik.
Menjadi penerus antasari azhar atau Abraham samad, orang orang luar biasa dan pemberani mengharuskan saya menjadi orang yang berani sekalipun itu adalah ancaman nyawa ataupun bentuk ancaman lainnya. Bangsa kita terlalu banyak kehilangan orang orang benar dengan cara tidak wajar tapi memang seperti itulah orang benar di indonesia mati atau hilang. mati atau hilang ketika ia membela keadilan dan kepentingan masyarakat.
Tapi ya sudahlah rasa-rasanya cara Lenin-pun terlalu mustahil untuk kita lakukan di negara hukum seperti Indonesia, negara hukum yang selalu tidak pernah adil pada yang benar dan selalu berpihak pada yang punya uang dan mensuap atau cara-cara chaos yang juga belum tentu mampu mengubah bangsa kita, rasa-rasa yang terasa sangat absurd.
Tapi rasa-rasanya ada hal yang mungkin bisa kita lakukan selain dari upaya penindakan adalah bagaimana proses pendidikan menjadi salah satu jawaban yang terasa “menyejukan” bagi berbagai upaya dalam pencegahan korupsi. Dalam sebuah buku yang saya baca, ada sebuah kisah yang menarik dari apa yang penulis tulis dalam halaman pendahuluannya, berikut petikannya:
“ketika itu tahun 1990-an diadakan seminar BUMN yang mendatangkan seorang ahli yang berkebangsaan Korea. Dia mengatakan bahwa bangsa mereka begitu takjub ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962, sedangkan saat itu bangsa mereka masih berada dalam ketertinggalan. Tapi ketika berselang 30 tahun ternyata semuanya sudah berubah, bahkan dia menilai bahwa Indonesia menjadi begitu jauh tertinggal dengan bangsanya saat itu dan dia mengatakan bahwa ada tiga kekurangan dalam pembangunan Indonesia, yaitu yang pertama pendidikan, yang kedua pendidikan dan yang ketiga pendidikan”
Dalam kurun waktu setengah abad bangsa kita terlalu berkutat pada pembangunan industrial ekonomi dan melupakan aspek pendidikan yang merupakan dua hal yang seharusnya berjalan secara berbarengan.  Yang salah adalah ternyata dampak dari pembangunan industrial ekonomi ini ternyata menjadikan arah pendidikan dari sekolah adalah mencetak lulusan yang berkompetensi sesuai dengan kebutuhan industri ekonomi dan tidak mementingkan aspek-aspek lain seperti halnya karakter kejujuran dan tanggung jawab. Sehingga tidak perlu heran tindakan korupsi ini tidak dilakukan oleh orang-orang berkerah biru akan tetapi orang-orang berkerah putih, berpakaian rapih, berparfum, atau berjabatan tinggi, bergajih diatas 20 hingga 50 juta perbulan tapi tetap serakah pada uang rakyat.
Ironis rasanya memang tapi harus kita sadari dan akui bahwa pendidikan mencakup agama di dalamnya merupakan satu-satunya hal yang perlu ditekankan pada saat ini. Membudayakan rasa malu pada anak-anak jika berbuat salah, mendidik arti kejujuran dan bersikap bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan.
Katakanlah hal diatas adalah pondasi bagi generasi selanjutnya. Selain daripada pembentukan pondasi saya pikir KPK juga bisa meniru cara-cara sublimatif dari iklan rokok. Barang adiktif dan negatif yang bisa diterima di tengah-tengah masyarakat, maka mengapa tidak jika iklan anti korupsi itu ada di billboar besar di tengah jalan raya, di gang-gang sempit atau dipintu-pintu rumah sebelah stiker ucapan salam. Agar orang kemanapun, dimanapun selalu mengingat bahwa korupsi adalah suatu hal yang kotor, dilarang, tidak baik dan wajib dimusnahkan.
Kelak mudah-mudahan bangsa kita menjadi bangsa yang madani, damai, sejahtera, aman, sentosa dan terbebas dari korupsi.

“Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”
― Sukarno

Hardware

Mei 23, 2012

 A.    Pengertian Hardware

Pengertian dari hardware atau dalam bahasa indonesia-nya disebut juga dengan nama “perangkat keras” adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat alat nya bisa dilihat dan diraba secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi. Hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat melakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah. Baca selanjutnya…

Penungkapan Sejarah*

Mei 23, 2012

BAB I
PENGUNGKAPAN SEJARAH

Dan akhir dari semu pencarian kia akan sampai pada tempat pertama kita memulia dan mengetahui tempat itu pertama kalinya
-T.S Elliot
“Waktu lebih berkuasa daripada otak kita”. Kata-kata ini sangat menggema dewasa ini pada tahun-tahun awal millennium ketiga ini. Kita mendapati diri kita berada di dalam masa yang kompleks dan tak terduga. Dunia berubah pada tingkat yang menakjubkan. Seluruh planet ini terhubung dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Kita tidak mampu memaknai apa yang terjadi dalam sehari di dunia ini, apalagi maknanya bagi masa depan. Sejarah benar-benar berubah. Yang terbentang di depan kita pada kecepatan yang nyaris tidak dapat kita ikuti, sehingga membuat kita bertanya-tanya dan khawatair akan apa yang akan terjadi berikutnya. Baca selanjutnya…

Media pembelajaran: Runtuhnya orde baru

Mei 22, 2012

Kajian Dampak pembangunan Minimarket 24 jam terhadap kejahatan

Mei 22, 2012

BAB 1

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Masalah kriminal bukanlah hal yang tabu dan baru terjadi di sekitar kita . Sejak dulu tindak Kriminal atau kejahatan itu sudah banyak terjadi kapanpun dan dimanpun, baik itu oleh laki-laki maupun perempuan. peristiwa ini bukanlah sifat bawaan sejak lahir atau warisan biologis melainkan tingkah laku yang bisa dilakukan oleh siapapun. Baca selanjutnya…

Islam, Indonesia dan Kearifan Budaya Lokal

Mei 4, 2012

ABSTRAK

 Definisi Kearifan Lokal secara leksikal  berasal dari dua kata, yang pertama arif yang dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti bijaksana, cerdik dan pandai dan lokal yang memiliki arti setempat. Sedangkan Secara Istilah definisi Kearifan Lokal adalah kebiasaan suatu komunitas social yang dibuat sebagai tata nilai, sumber moral, yang dihargai oleh komunitas mereka (Prof. Abdul Majid,2011)

Indonesia merupakan bangsa yang besar dan terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa dan ras. Setiap suku bangsa Indonesia memiliki sistem nilai serta kearifan local yang beragam. Di satu sisi Indonesia sendiri  juga merupakan salah satu bangsa dengan penduduk muslim terbesar di dunia., hampir 85% penduduknya memeluk agama Islam.

Baca selanjutnya…

Penyimpangan sosial : Pelacuran

April 11, 2012


BAB 1

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Masalah pelacuran bukanlah menjadi hal yang baru di Indonesia. Pelacuran itu sendiri merupakan profesi yang sangat tua usianya, setua umur kehidupan manusia itu sendiri (Kartono, 1997). Fenomena tersebut kemudian berlanjut di dalam kurun waktu antara 1942-1945, pada masa penjajahan Jepang banyak wanita Indonesia yang dijadikan sebagai seorang pelacur yang disebut sebagai Jugun Ian Fu. Fenomena pelacuran tersebut berlangsung hingga saat ini.

Definisi pelacuran sendiri merupakan suatu bentuk transaksi bisnis yang disepakati oleh pihak yang terlibat sebagai suatu yang bersifat jangka pendek yang memungkinkan satu orang atau lebih mendapatkan kepuasan seks dengan metode yang beraneka ragam (Perkins & Bannet dalam Koentjoro 2004).

  1. B.     Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka peneliti merumuskan beberapa pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian ini. Dengan demikian dapat dirumuskan masalah utama dari penelitian ini adalah :

  1. Apa pengertian dan tipe-tipe pelacur?
  2. Apa saja faktor penyebab seseorang menjadi Pelacur?
  3. Apa saja akibat yang timbul dari adanya Pelacuran?
  4. Bagaimana alternatif kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengatasi masalah Pelacuran?

  Baca selanjutnya…