Skip to content

Berfikir Kreatif

Juli 13, 2011


A. Pendahuluan

Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. Menurut Zimmerer
dalam buku yang ditulis Suryana (2003 : 24) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada

Bagi seorang usahawan kreativitas itu adalah modal yang penting. Dengan kreatifitas, mampu ke luar, melihat dan menangkap peluang.

Dalam situasi itu usahawan ditunutut untuk cerdik menghadapi bebagi tekanan dan serangan. Kreativitas menjadi sangat penting karena :

  1. Wirausaha yang kreatif dapat meluncurkan produk yang belum pernah dibuat di pasar
  2. Dengan manusia kreatif anda bukanlah menjadi peniru, melainkan pemimpin.
  3. Fiver mover advantage. Akan memiliki keunggulan sebagai the first mover.
  4. Persaiangan akan membuat jalan usahawan semakin sempit, maka dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk mencari jalan keluar yang baru.
  5. Resiko adalah bagian dari kehidupan seorang usahawan sehari-hari. Resiko itu berujung pada finansial yang dapat mematikan usaha, maka di butuhkan kreatifitas agar dapat terhindar dari resiko yang akan mematikan usaha.
  6.   Kreativitas menghubungkan titik-titik yang terpisah dan terisolasi.

Kreastifitas itu selalu beranjak dari sebuah ide yang muncul dari pengalaman sehari-hari.

 B. Orang Dewasa Yang Tidak Kreatif

 Manusia sejak lahir telah dibekali modal yang jauh lebih pentong dari sekedar uang, yaitu otak. Dengan modal tersebut, kitabdapat berpikir, bertindak, dan menyelesaikan masalaha jauh lebih baik dari makhluk yang lainnya.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa pada masa kanak-kanak kita jauh lebih kreatif saat dewasa. Saat kita brumur 5 tahun, tingkat kreatifitas kita sebesar 96,5% , pada saat itukeingintahuaan kita lima kali lipat dari pada orang dewasa. Pada usia 17 tahun, manusia mengalami penurunan tingkat kreatifitas hingga potensinya hanya sebesar 86%. Dan pada saat umur 30 tahun, secara rata-rata tingkat kreatifitas kita tanggal 40 %.

Penurunan tingkat kreatifitas tersebut terjadi sebagai suatu akibtsemakin lanjutnya usia seseorang oleh hubungan antara intensitas eksperimen dengan keinginan mencari aman. Semakin tua, maka langkah-langkah dan keinginan untuk bereksperimen semakin rendah. Ini berarti, bahwa semakin tua, manusia semakin cenderiung menghindari resiko dan ingin menjalani hal-hal yang aman saja (status quo)

 C. Pembuka Pintu Kesulitan

Dalam bukunya yang berjudul Toward a thery of instruction, Bruner mendefinisikan kreatifitas sebagai “kejutan yang efektif”. Hal tersbut diungkapkan bahwa hasil dari proses kreatifitas adalah sesuatu yang mengejutkan.

Newel, Shaw dan Simon dalam penelitian ilmiahnya yang berjudul theprocess of Creative Thinking membagi sutu kreatifitas ke dalam tiga unsure, yaitu melihat dengan sudut pandang (persfektif) yang baru, menemukan hubungan baru, atau membentuk kombinasi baru dari objek, konsep atau fenomena.

Ide yang ideal dan bermanfaat adalah pikiran yang terarah pada Invensi (pengembangan gagasan), Inovasi (mengubah gagasan menjadi produk) dan paten (proteksi produk). Dengan paten seorang usahawan dapat mencegah masuknya pendatang-pendatang baru secara illegal dalam kurun waktu tertentu.

Pada tahapan penumbuhan ide, maka otak kanan yang paling banyak berperan. Bahkan anda sadar atau tidak, terkadang ide-ide kreatif itu muncul ketika anda sedang melamun, atau melakuakn ritual tertentu, hal tersbut diakibatkan bahwa pada saat-saat tersebut, anda sedang melepaskan pengendalian otak kiri dan mengalihkannya kepada otak kanan.

Pemuculan ide sebagai suatu focus pemikiran konsentrasi. Dengan focus dan konsentrasi anda akan dengan cepat memiliah dan memilih mana informasi dan aktivitas yang mendukung “ide anda” dan mana yang tidak. Bahakn seorang Leonardo Da Vinci pernah berkkata, “Ruangan yang kecil mengontrol pikiran kita, sedangkan ruangan yang luas hanya akan membingungkan kita” jelaslah bahwa gagasan harus dikerucutkan, dan usaha yang terlalu luas membuat kita tidak focus.

 D. Hambatan Kreatifitas

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang unik. Dan dalam ilmu ekonomi segala keunikan mempunyai nilai ekonomis, yang dapat dibentuk menjadi sesuatu yang berharga sesuai fitraj keunikan anda masing-masing, atau menghasilkan kesejahteraan.

Kesalahan terbesar yang dilakukan banyak para sarjana dalam berkarir adalah ketidaktahuan dan keengganan dalam menggali dan memahami keunikan diri sendiri, dan ketidakmampuan dalam mengatasi hambatan berkreasi. Akibatnya mereka memilih hidup yang biasa-biasa saja dan datar. Mereka terbelenggu oleh apa yang mereka dapatkan dengan sulit daripada mengenali potensinya sendiri.

Menurut James L. Adams dalam bukunya Conceptual Blockbusting (1986) telah mengidentifikasikan hambatan kreativitas tersebut dalam klasifikasi sebagai berikut :

a. Hambatan Persepsi : hambatan yang membuat manusia sulit mempersepsikan masalah atau menangkap informasi yang relevan.

  • Pola pikir stereotip
  • Membatasi masalah secara berlebihan
  • Terlalalu banyak atau terlalu sedikit informasi

b. Hambatan Emosi : hambatan yang menggangu kemampuan seseorang memcahkan masalah melalui berbagai cara.

  • Takut mengambil resiko
  • Tidak menyukai ketidakpastian
  • Lebih suka menilai daripada menghasilkan gagasan
  • Menggangap remeh suatu masalah
  • Tergesa-gesa menyelesaikan masalah

c. Hambatan Kultural : hambatan yang dapat menjangkiti seseorang bila ia dihadapkan pada seperangkat pola kultural di lingkungannya.

  • Kultur menghambat pengakumulasian gagasan

d. Hambatan Lingkungan : merupakan hambatan kultural yang lebih luas. Iklim organisasi atau budaya perusahaan dapat menjadi penghambat atau perangsang kreativitas organisasi/perusahaan dimana dapat mengupayakan lingkungan yang kondusif terhadap kreativitas.

  • Kurangnya dukungan sarana, prasarana kerja

e. Hambatan Intelektual : hambatan yang disebabkan oleh sikap mental yang tidak efisien atau keengganan untuk menggunakan pendekatan baru.

  • Terlalu mengandalkan logika
  • Enggan menggunakan intuisi
  • Menggunakan pengalaman atau cara lama yang terbukti efektif hasilnya

Adapun menurut Fogler dan Le Blanc (2000) satu faktor hambatan lagi berupa Hambatan Ekspresif, yaitu ketidak mampuan seseorang untuk mengkomunikasikan gagasan baik secara lisan maupun tertulis.

Menurut Carol Kinsey Goman P.hD, dalam bukunya yang berjudul Creativity in Bussines (2001) , mengidentifikasi hambatan kreativitas berikut pendorong untuk keluar dari hambatan tersebut sebagai berikut

Penghambat Kreativitas

  1. Sikap Negatif
  2. Taat pada Aturan
  3. Membuat Asumsi
  4. Stres yang Berlebihan
  5. Takut Gagal
  6. Berkeyakinan Bahwa Diri Sendiri Tidak Kreatif
  7. Terlalu Mengandalkan Logika

Pendorong Kreativitas

  1. Sikap Postif
  2. Melanggar Aturan
  3. Memeriksa Asumsi
  4. Mampu Menyalurkan Stres
  5. Teknik Mengambil Resiko
  6. Yakinlah Bahwa Anda Kreatif
  7. Menngunakan Imajinasi dan Intuisi

 F. Tips Praktis

Tips untuk memperbaiki kreatifitas anda :

  1. Jangan batasi diri.
  2. Cobalah menjadi dan menjelajahi jalan-jalan baru saat mengendarai kendaraan anda.
  3. Eksposlah diri anda dengan orang yang berbeda-beda, datangilah mereka, ajaklah berbicara dan kawani orang-orang yang hidupnya tidak rutin. Ubahlah pergaulan.
  4. Tempa diri dalam hidup berwarna ketidakpastian.
  5. Buatlah selalu suasana baru.
  6. Gunakan cara berpikir paradoks.
  7. Kembangkanlh cara berpikir besar.
  8. Jangan turuti mitos-mitos.
  9. Berpikirlah kritis, namun selalu terbuka dan positif.
  10. Lakukan perjalanan-perjalanan baru.
  11. Bacalah bacaan-bacaan yang beragam.
  12. Ambillah kesempatan untuk mengembangkan hal-hal yang baru .

(disadur dari Buku Kewirausahaan Bank Mandiri.)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: