Skip to content

Kamis Sore

Agustus 19, 2011

Sedikit menggelitik untuk menceritakan kembali kejadian kemarin sore. Cerita setelah saya dan teman-teman sesama kahim di Fakultas dimana saya berkuliah selesai rapat dengan lembaga terkait Ospek tahun ini. Ada suatu harapan untuk merentuhkan culture yang dia dan saya bahkan sebagai dari mereka  pandang sebagai culture yang buruk itu.
Sebutlah dia, seorang kahim dari Jurusan ternama di FPIPS bercerita tentang dibalik sikapnya sore itu. Dia sedikit “dibungkam” dan dicap sebagai pengkhianat senior dan pengkristal masalah hanya klarena penyikapannya yang menolak ospek hari kedua disatukan di fakultas. Entahlah apa grand desain dari pernyataan tersebut, yang jelas saya melihat sosok baru dari seorang kahim jurusan tersebut yang memang cerdas dan pintar serta bijak dalam menilai masalah. Entah secara emosional kata-kata yang sedikit terlontar begitu kasar untuk mendiskripsikan orang=orang yang telah menuduhnya tersebut, Maka pada titik ini Bukan suatu kedigdayaan ternyata, sebutlah dia sebagai berlian didalam tumpukan jerami, bahkan kali ini sebut sajalah power kita kuat dan kita siap bertindak “frontal”.
Frontal” terhadap kedegilan serta haus kekuasaan. Lepas dari segala bentuk sikap politik yang hingga saat ini menggantung, saya melihat roda organisasi yang begitu digadang-gadang akan kehadirannya oleh sekelompok mahasiswa yang begitu kontroversial karena ditolak oleh 4 Himpunan terbesar di fakultas saya ini seolah kebakaran jenggot, melihat mereka tidak ada power. Bahkan saya melihat sinar perubahan itupun muncul dari teman-teman yang dulunya hanya unggek-unggek dan disebut hanya sebagai boneka. Bahkan yang sangat begitu menggelitik ketika salah seorang kahim termuda disitu menjadi terheran-heran dan bingung dengan keberadaan organisasi tingkat fakultas tersebut. Dia merasa cape sendiri karena seolah yang kerja hanyalah anggotanya saja.
Maka sebetulnay sudah sinergiskah? sudah urgentkah keberadaannya? saya menilai bahwa keberadaannya justru semakin meruncingkan perbedaan serta perselisihan yang selama ini ada. Maka cukup berhenti dikata terakhir dan ucapkan bahwa kebenaran itu tidak akan pernah lepas dari kata manfaat.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: