Skip to content

Refleksi Ramadhan

Agustus 27, 2011


Allah SWT telah memerintahkan kepada umat islam untuk melaksanakan shaum Ramadhan dalam QS. Al-Baqoroh ayat 183:

“Wahai Orang-orang yang beriman diwajibkan atas kami Shaum sebagaimana Telah aku wajibkan kepada orang-orang terdahulu supaya kamu bertaqwa” (Al-Baqarah:183)

 Bulan Ramadhan yang hanya berlangsung selama 1 Bulan dalam 1 tahun perlulah dimaknai sebagai suatu momentum bagi kita umat islam untuk kembali memperbaiki diri serta meluruskan kembali niat kita yang mungkin sebelumnya tidak sesuai dengan Akhlak Rasulullah SAW, maka seringkalilah Ramadhan dianggap sebagai Syahru Tarbiyah, atau bulan Pendidikan.

Ini sangat menarik untuk dikaji sebetulnya bagimana pendidikan nilai-nilai ramadhan bisa menjadi suatu metode penerapan akhlakul karimah dalam diri-diri kita dan tidak hanya memaknai bulan ramadhan hanya sekedar bulan yang biasa saja, berlalu begitu saja dan hanya mementingkan aspek-aspek duniawinya saja dalam euforia lebaran. Maka tak heranlah kalau yang biasanya terjadi terutama di sekeliling kita bahkan mungkin kita sendiri seringkali ramadhan hanya dimakna 3 M saja. 10 hari pertama Masjid, 10 hari kedua Mal, dan 10 hari ketiga Mudik.

Bahkan sebetulnya kalaulah kita ingin kembali merefleksikan betapa mulianya bulan Ramadhan ini, Rasulullah SAW menegaskan di dalam suatu hadist, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa melakukan amal ibadah tambahan (sunah) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, maka ia akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim).

Sejenak melihat kebelakang, seringkali Ramadhan hanya dijadikan sebagai suatu hegemoni kemenangan umat Islam tanpa ada perbaikan dalam diri umat islam itu sendiri. Kita lihat saja fakta dan realita yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Lokalisasi PSK maupun bar-bar malam yang menjajakan minuman keras hanya ditutup ketika bulan Ramadhan saja.

Padahal sejenak kalaulah kita mau bercermin pada diri kita, bangsa kita yang katanya Mayoritas Islam “terbesar” di dunia, kita perlulah malu dengan diri kita. Dengan bangsa kita. Mungkin memang kita bukan negara islam secara sistem kenegaraan, namun hal tersebut bukanlah menjadi suatu penghambat bagi kita untuk kembali ke jalan yang Allah Ridoi. Sebetulnya penulis sangat miris ketika melihat cara pandang kita semua terhadap agama, bahkan ulama sekalipun saat ini hanyalah dijadikan icon semata bagi sebagian besar umat islam Indonesia.

Maka marilah kita lihat bagaimana akhirnya, korupsi, penipuan, ketidak jujuranlah yang menjadi headlines news di berita-berita baik di media cetak maupun elektronik. Padahal sebetulnya kalaulah kita meniru akhlak Karimah yang Rasulullah SAW ajarkan kepada umatnya, tentu saja tidak akan terjadi hal-hal demikian. Umat islam akan jauh dari kata ketidak jujuran karena rasulullah SAW sendiri saking jujur dan bisa dipeercayanya sampai diberi gelar “Al-Amin”.

Inilah justru Grand Theory kita, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist. Kalaulah umat islam kembali pada kedua warisan Rasulullah SAW yang paling mahadsyat ini penulis yakin kita akan benar-benar bisa bertindak dan bertingkah laku sesuai dengan apa ya ng telah Allah dan Rasulullah ajarkan kepada kita, sebagaimana sabda rasulullah SAW: “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: