Skip to content

Penungkapan Sejarah*

Mei 23, 2012

BAB I
PENGUNGKAPAN SEJARAH

Dan akhir dari semu pencarian kia akan sampai pada tempat pertama kita memulia dan mengetahui tempat itu pertama kalinya
-T.S Elliot
“Waktu lebih berkuasa daripada otak kita”. Kata-kata ini sangat menggema dewasa ini pada tahun-tahun awal millennium ketiga ini. Kita mendapati diri kita berada di dalam masa yang kompleks dan tak terduga. Dunia berubah pada tingkat yang menakjubkan. Seluruh planet ini terhubung dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Kita tidak mampu memaknai apa yang terjadi dalam sehari di dunia ini, apalagi maknanya bagi masa depan. Sejarah benar-benar berubah. Yang terbentang di depan kita pada kecepatan yang nyaris tidak dapat kita ikuti, sehingga membuat kita bertanya-tanya dan khawatair akan apa yang akan terjadi berikutnya.
Setiap bulan kita dihadapkan dengan drama dan ambiguitas baru. Apakah kita akan jatuh ke jalur yang penuh dengan ketidakstabilan geopilitik, atau kita dapat menghilangkan era terror sebelum hal tersebut mengakar? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang sulit, karena memaksa kita mencari tahu dan menanatang beberapa asumsi utama sebagian besar dari kita mengenai cara kerja dunia dan keberlangsungannya di masa mendatang.

Lima abad sejarah yang berlalu tanpa harapan
Halangan pemahaman terbesar yang kita hadapi dalam memaknai dunia adalah bahwa kita telah berkseimpulan bahwa sejumlah kenyataan tertentu adalah bagian dari “tatanan alami” yang akan senantiasa tidak dapat ditentang. Kita berada dalam ambang kritis dalam arti banyak yang telah mapan selama lima abad dapat berubah besar-besaran dan dengan kecepatan yang dahsyat.
Pada awal abad keenam belas, ketika Petucci berbicara yang terbukti benar tentang kejadian dari waktu ke waktu, yang ketika itu hanya ada 300 juta orang di planet ini dan “revolusi ilmiah” Eropa sedang berlangsung dengan baik. Nama-nama seperto Leonardo da Vinci dan Nicholas Copernicus, revolusi ini didasari secara besar-besaran oleh pengetahuan cina dan terutama islam di bidang matematika, pengobatan dan astronomi. Akan tetapi berbagai terobosan di periode ini mengubah pusat gravitasi, yang menetapkan Barat sebagai yang unggul dalam pemahaman dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, status yang terus diperthanakannya. Pengharapn barat semacam ini menimbulkan kesulitan ketika Cina, India dan Negara-negara non-barat lain muncul sebagai kekuatan sejati menurut arah mereka sendiri, yang penuh percaya diri mengembangkan dan mengirimkan kembali berbagai inovasi ke dunia barat.
Pada abad ketujuh belas, setelah banyak dasawarsa perang agama yang menyedihkan, banyak pusat eropa yang runtuh, hal tersebut membuat beberapa daerah kehilangan hampir setengah dari penduduknya dan pereknomiannya menjadi pincang. Lelah dengan semua keadaan tersebut, kekuatan-kekuatan besar meminta perdamaian pada tahun 1648, mereka membuat perjanjian Damai Westphalia, yang menjadi tonggak tatanan baru Negara-negara Eropa. Kita akhirnya berpikir tentang nation state (Negara bangsa) sebagai tingkat dan bentuk pemerintahan yang alami.
Akan tetapi, dalam dunia modern kita yang saling berhubungan dan saling tergantunginilah salh satunya untuk bertanya apakah tatanan station state itu masih berlaku Pereknomian tidak lagi berciri “nasional”. Pertumbuhan perdagangan global telah menjadi pertumbuhan yang lebih penting dalam Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dalam beberapa dasawarsa. Demikian juga masal-masalah terbesar kita saat ini seperti global warming, terorisme dan lainnya terjadi dengan tidak mengenal batas Negara. Dengan keadaan seperti ini apakah konsep nation state senantiasa menjadi pusat identitas dan system pemerintahan kita sperti dulu? Konsep dan arti penting nation state akan ditantang ketika muncul entitas atau percobaan baru.
Menjelang pertengahan akhir abad kedelapan belas, pencerahan tiba-periode luar biasa yang menggairahkan ilmu pengetahuan dan penalaran yang menghasilkan pemhaman dan sikap baru mengenai masyarakat, akam manusia, pemerintahan dan perdangangan. Revolusi pencerahan di As dan Perancis menantang hak memerintah monarki tua dan kaum aristocrat, serta membantu menetapkan prinsip para modernis mengenai kemerdekaan, keadilan dan demokrasi yang menjadi ideal bagi peradaban barat.
Abad ke-19, masa transisi yang paling menakjubkan yang cenderung cepat mencapai akhir yang besar yang menjadi tujuan semua sejarah – “perwujudan kesatuan umat”. AS melakukan “senam pemanasan” untuk kembali sebagai Negara adikuasa dunia yang terpilih. Kemenangan model ekonomi kapitalis Barat atas percobaan model ekonomi komunis, sehingga Inggris dan AS secara bersama-sama telah menetapkan aturan-aturan yang harus diikuti oleh hampir setiap Negara di dunia sekarang ini. Cina dan Brazil, mencoba mengubah peraturan ini. Mereka siap menentang konsep Barat tentang hak kekayaan intelektual dan menerapkan pendekatan sumber terbuka dalam usahanya menghasilkan pengetahuan dan teknologi baru.
Abad ke-20, merupakan abad yang paling luar biasa. Populasi dunia meningkat 6 kali menjadi 6 miliar orang; PDB perkapita naik dari beberapa ratus dolar ke $8.000. Perkembangan ekonomi yang tidak mencapai 3% dianggap “lemah” dan perusahaan yang tidak mampu memprediksi 2 digit tingkat pertumbuhan tahunan dianggap investasi yang “payah”. Tetapi bersamaan dengan “kemakmuran”, muncul juga “polarisasi” (menjauhnya dua kutub) yang lebih besar. Kaum “berduit” semakin terpisah dari yang “tidak berduit” di dunia ini.
Abad ke-21, kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dikendalikan dan dipergunakan untuk keuntungan umat manusia. Faktanya, ada manusia hidup sekitar 15 kali lebih banyak daripada yang ada di tahun 1500; terdapat 50 kali peningkatan PDB per kapita merupakan fungsi primer dari kemajuan teknologi kita yang semakin cepat dan sangat luar biasa. Di abad ini, tingkat kekhawatiran dan keprihatinan akan potensi sisi buruk teknologi yang jauh melampaui ketakutan dan kemunduran yang ada selama era sebelumnya. “Steroid” dan “stem cell” (sel induk) merupakan puncak gunung es, dimana ilmu pengetahuan menciptakan dilema moral.
Ketika kita bergerak ke amsa depan, kita tidak hanya akan melihat sejarah sedang dibuat- kita juga akan melihat sejarah terurai. Lima ratus yang lalu, Pandolfo petrucci mengetahui, bahwa sejarah dipercepat menuju kerumitan baru yang tak terpahami dan mengeluh bahwa “waktu lebih berkuasa daripada otak kita”. Sekarang ini ketika “tatanan alami” yang berevolusi selama lima abad terkahir mulai berjalan mulus, waktu menjadi lebih berkuasa daripada sebelumnya. Karena itu haruskah kita menjadi seperti Petrucci, dengan menyusun strategi reaktif menangani masalah. Tetapi menurut penulis tidak, karena kita hidup di era yang terlalu rumit, tantangannya terlalu berarti, janjinya terlalu besar dan kecepatannya terlalu cepat.

Tulisan acak-acak-acakan dan Beruang
Manusia adalah akhlak berakal budi. Kita mencintai berbagai pola dan beanr-benar ahli dalam mengenalinya, bahkan secara tidak sadar. Cob abaca tulsian acak-acakan dibawah ini,

Mnrut pnltian Cambridge Unvrsty, tak mslh urutn kta di srt, hal yg pting ialh hurf pertma dn trakhi bnr tmpatnya.
Sisnya dpat brntkn hebt dan and msh dpat bc tnpa mslh.
Ini krana pikrn mnsia tdk bca tiap hurf scr terpsah, ttp kat sbg keslrhn.
Hbt kan?

Daya persepsi kita terwujud dalam banyak cara. Banyak orang memiliki isnting yang luar biasa. Misalnya mereka dapat meramalkan bahaya yang akan dating, membaca mood sekumpulan orang atau mendeteksi apakah seseorang berbohong atau berbicara sebeanrnya, semua berdasarkan isyarat yang sangat jelas. Kita lazimnya bagus dalam mengenali ketidakteraturan – hal yang tidak sesuai dengan pola dan struktur pemahaman kita – dan memikirkan maksudnya Keterampilan ini merupakan keterampilan dasar bagi manusia, dan dalam ribuan tahun pengenalan ini telah diterapkan secara efektif ke system dan fenomena yang rumit sehingga memungkinkan berkembangnya pengetahuan dan pemahaman manusia.
Akan tetapi kita juga mampu membuat kesalahan penafsiran yang besar atas apa yang terjadi di sekiatr kita. Kita sering menjadi korban dari tantangan pemahaman yang parah dan mencegah daya persepsi kita. Salah satu keaslaahan penafsiran yang terbsar itu adalah focus: kita dapat kehilangan kesempatan penting hanya karena terlalu sempit memusatkan perhatian.

Peta mental dan Kepastian Paradoks
Ada sejumlah kendala lain dalam klemampuan kita memaknai- sebenarnya. Ada hampir 100 bentuk bias kognisi yang diketahui, yang dapat membuat persepsi dan pemahaman kita akan dunia di sekitar kita sangat keliru. Beberapa bentuk bias ini tertanam sangat dalam. Setiap keputusan yang kita buat dimainkan setiap waktu dan diupengaruhi oleh pengetahuan (terutama berdasar pada fakta dan pengalaman yang kita ketahui) dan penilaian (terutama berdasarkan pada persepsi kita atau peta mental kita) bila persepsi atau peta mental kita keliru maka penilaian kita juga akan keliru. Lebih buruk lagi, jika pengetahuan kita sangat dipengaruhi oleh persepsi kita.
Oleh karenanya penting bagi kita untuk mempelajari cara menekan peta mental, membuat asumsi kita menjadi lebih eksplisit, menguji secara cermat dan membuka pikiran kita akan kemungkinan-kemungkinan tambahan yang berbeda dan menantag. Sedikit orang yang melakukannya, akan tetapi ketika dunia sekitar kita menjadi semakin membingungkan dan tidak pasti, kita sering membengkokkannya kea rah yang berlawanan, yang menggalakan kepercayaan yang dipegang teguh dan cukup bertentangan kutub mengenai wujud dan nasib dunia ini.

Masa Terbaik..
Kita beruntung hidup di era ketika kesempatan dan potensi tidak pernah didapati sebelumnya, Kemakmuran tumbuh dan mengalir si seluruh dunia, dengan jutaan kemiskinan para sekarang telah mencapai tingkat pendapatan yang lebih pantas. Cina, India dan Indonesia, kebanyakan Eropa Timur sedang menikmati kejutan tingkat pertumbuhan ekonomi dan benar-benar terintegrasi dengan perekonomian global utama.
Sekarang orang hidup lebih lama, masa hidup rata-rata sekarang 67 tahun. Keamtian bayi turun menjadi 5-6 persen secara global. Dengan semakin turunny tingkat kelahiran di banyak Negara, kita sekarang mengantisipasi “ledakan populasi” cepat berakhir. Teknologi informasi dan komunikasi baru menghubungkan orang, tempat, pasr, modal, ide dan budaya yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga dapat menciptakan platform ekonomi bersama dengan kesempatan yang benar-benar global bagi kebaikan dan kesejahteraan umat manusia.

Masa Tersulit
Spesies tragis kita, yang runtuh karena kesombongannya sendiri dan karena perjuangan yang terus menerus menghadapi ketidakpuasannya, siap menunani panen yang buruk yang ditabut tanpa perencanaan selama beberapa bad. Dalam kerakusan kita akan konsumsi dan “kesejahteraan”, kita telah membuat kehancuran ekonomi yang besar di lingkungan dan komunitas kita. Nilai berdasar paaasar yang kita anut memperkokoh perusahaan yang tidak bermoral untuk membuat agenda atas waktu kita.
Dan apakah yang telah kita capai? Sepertiga populasi dunia bertahan dalam hidup dan kurang dari satu dolar sehari;angka ini lebih kecild aripada subsidi dari mpemerintah untuk setiap ekor sapi di Eropa. Kita telah gagal dalam member dukungan pada kondisi Negara yang buruk dan tidak teratur di seluruh dunia dimana orang mederita luar baisa akibat penyakit, kelaparan dan keamtian premature. Kita telh membiarkan jarak antara “kaya dan miskin” meningkat dengan pesat. Selian itu pengunaan teknologi baru yag membawa resiko yang tidak dapat dihitung karena kita tidak dapat mehamainya. Adikuasa satu-satunya pada era kita, AS, telah meningglakan multilateralisme dan mengasingkan teman-temannya dan usaha AS untuk memukul atuh musuhnya justru melipatgandakan dan menyemangati mereka.

Memaknai Era Tranformasi
Lebih jauh lagi pembahasan ini dimaksudkan untuk menjadi sumber bacaan yang berguna bagi siapapun yang mencari pemhaman yang lebih baik atas waktu kita yang berharga.
Pertama, dunia tidak pernah pasti. Kemanusiaan telah bergeser dan mengalami guncangan yang hebat, kekhawatiran yang sangat besar dan kebingungan yang mendalam selama sejarahnya, seperti penegasan berdasar pengamatan yang dilakukan Petrucci. Akan tetpi dunia saat ini tidak pernah lebih tidak pasti daripada sekarang ini. Karena kita menjadi semakin rumit.
Kedua, kebanyakan dari ketidak pastian ini sangatlah jelas- yang memenuhi halaman surat kabar yang senantiasa kita gulati dalam kehidupan pribadi dan professional. Namun juga terjadi dinamika yang kurang tampak tetapi bersifat mendalam dan mendasar.
Ketiga, berbagai perubahan yang akhir-akhir ini terjadi bukan hanya rumit dan bersistem, tetapi perubhan yang terjadi juga bersifat paradox dan saling berlawanan yang membuatnya menjadi lebih sulit dipikirkan dan diterjemahkan.
Keempat, kita berada di ambang batas. Tantangan dan kesempatan yang sangat besar bagi peradaban dunia telah ada di depan kita. Seberapa baik kita mengenali, memahami dan menangani masalah ini pada dasawarsa yang akan dating akan memiliki dampak yang sangat berarti apda sisa abad ini dan sesudahnya.
Kelima tidak ada pemain tunggal – tidak ada orang, lembaga, ideology, pasar, agama, daerah atau Negara- dapat mendekat untuk mengendalikan masa depan secara terpisah, mengatasi masalah kita.

Memprediksi masa sekarang
Kita tidak dapat mengantisipasi masa depan tanpa lebih dahulu berpikir dan memperdalam pemahaman kita akan dinamika yang terjadi saat ini yang akan mewujudkan segala hal di masa mendatang. “Memprediksi masa sekarang” menuntut kita menantang asumsi terdalam kita, melihat melampaui kepastian yang mudah dan “berpikir dengan cara yang benar” dengan menhindari perangkap “lumpuh karena analisis”.
Ketidakpastian utama yang akan mewujudkan masa kini dan mengendalikan masa depan kita, serta kemudian melihat di dalam dan di antara ketidakpastian itu untuk mengetahui tema dan pola yang berulang. Akhirnya diidentifikasikan tujuh pasang kekuatan yang bersesuaian yang secara efektif menangkap dan memperjelas kekuatan-kekuatan yang beragam, membingungkan, berlawanan dan terjadi di dunia saat ini, yang diistilahkan dengan “ketegangan dinamis”.

Isu-Isu Kontemporer saat ini
WASHINGTON, RIMANEWS – Dengan utang pemerintah yang telah mencapai lebih dari USD15 triliun dan krisis ekonomi saat ini, ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan disalip ekonomi China dalam kurun beberapa tahun ke depan.
Bahkan, Dana Moneter Internasional (IMF) pada April 2011 lalu memproyeksikan ekonomi China akan mengungguli AS pada 2016 mendatang. Karena 2016 hanya tinggal beberapa tahun lagi, untuk pertama kalinya hegemoni ekonomi AS di dunia diramalkan akan berakhir pada abad ini.
Namun, kapan China akan mengungguli ekonomi AS masih menjadi perdebatan di banyak kalangan. Jim Clifton dari Gallup yang menulis buku The Coming Jobs War mengatakan, jika ekonomi AS tidak segera dipacu kembali dan mulai jalan,dunia akan menyaksikan sebuah kekuatan ekonomi baru dalam beberapa dekade mendatang.
Produk domestik bruto (GDP) China, lanjut Clifton, diperkirakan jauh lebih besar daripada AS dalam kurun 30 tahun. Total GDP dunia pada 2010 lalu lebih dari USD60 triliun. AS memiliki GDP sekira USD15 triliun atau pangsa pasar ekonomi global AS sekira 25 persen. China saat ini memiliki GDP hampir USD6 triliun atau pangsa pasar sekitar 10 persen. Sebagai perbandingan, India dan Rusia memiliki GDP masing-masing hampir USD1,5 triliun.
Sekarang ini, lanjut Clifton, GDP China empat kali lebih besar daripada India atau tiga kali lebih besar daripada Rusia dan dua kali lebih besar daripada Brasil. GDP Jepang hampir sama dengan China lebih dari USD5 triliun, tetapi ekonomi Jepang telah stagnan,lebih parah daripada AS. GDP Jerman USD3,3 triliun, Inggris USD2 triliun, dan Prancis USD2,5 triliun. Clifton berargumentasi, GDP AS sekarang ini terbesar di dunia dengan USD15 triliun, tetapi ekonomi negara adidaya ini mandek.
China dengan GDP USD6 triliun mencatat pertumbuhan ekonomi hampir 10 persen per tahun. Ini berarti, lanjut Clifton, dalam kurun 30 tahun GDP China mencapai USD200 triliun atau naik empat persen. Banyak ekonom memperkirakan bahwa GDP China akan melambung hingga USD70 triliun pada 2040 dengan 35 persen menguasai pangsa pasar dunia. Pada periode yang bersamaan, GDP AS akan tumbuh 2,5 persen per tahun atau mencapai USD30 triliun atau 15 persen pangsa pasar dunia pada 2040.
Prediksi China akan mengambil alih posisi AS sebagai negara dengan perekonomian terbesar sebelumnya telah diungkap analis dan berbagai lembaga ekonomi. Standard Chartered Plc melalui laporannya yang bertajuk Super-Cycle Report pada 2010 lalu memperkirakan China akan melejit sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terkuat pada 2020.Ini karena ekspansi berkembang dengan lebih cepat dan adanya apresiasi terhadap mata uang negara tersebut.
“Kami percaya bahwa dunia sedang mengalami ‘siklus super’ dari ‘pertumbuhan yang berlangsung secara terusmenerus dan tinggi’,” kata sejumlah ekonom yang dipimpin Gerard Lyons dalam laporan tersebut. Pada 2030, perekonomian China akan berkembang dua kali lipat dari AS dan menyumbang 24 persen dari produksi global
(sumber:http://www.rimanews.com/read/20120121/52279/china-diprediksi-bakal-geserekonomi)

*Ringkasan buku dari BAB I buku Eamon Kelly Agenda Dunia

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: